Breaking News

Nurul Kamila, Penyandang Disabilitas yang Tidak Pernah Kehilangan Semangat






Rumah Sakit Islam Banjarnegara hari itu terlihat ramai. Banyak kendaraan terparkir, baik kendaraan milik pegawai rumah sakit, pasien yang berobat, ataupun saudara yang berkunjung. Antrean orang pun tampak mengular di bagian pendaftaran. Orang-orang duduk dengan sabar menunggu gilirannya dipanggil untuk melakukan pendaftaran.

Meskipun harus melayani orang banyak, Nurul Kamila masih melempar senyum kepada orang-orang yang mengantri tersebut. Dia melayani setiap pertanyaan yang diajukan orang-orang tersebut dengan sabar. Dia tak ubahnya seorang karyawan yang menjalankan tugasnya dengan baik.

Yang membuatnya berbeda adalah kondisinya. Nurul duduk di kursi roda karena kedua kakinya tidak mampu lagi menopang badannya. Dia menjalankan tugasnya sembari duduk di kursi roda. Dalam segala keterbatasan yang dimilikinya, Nurul selalu semangat memenuhi tanggung jawabnya.

 
Siapa Sosok Nurul?

Nurul Kamila merupakan salah satu karyawan penyandang disabilitas di RSI Banjarnegara. Tugasnya adalah melayani orang-orang yang berada di bagian pendaftaran. Dia baru bergabung di rumah sakit ini sejak Juli 2019 lalu. Sama seperti karyawan lainnya, Nurul juga harus menjalani masa orientasi sebelum diterima menjadi karyawan tetap.

Sebelumnya Nurul tidak memerlukan kursi roda karena fisiknya sempurna. Namun kecelakaan yang dialaminya tahun 2004 membuat segalanya berubah. Kecelakaan itu terjadi di dekat Pasar Ikan Purwonegoro, Banjarnegara. Saat itu, dia pulang dari Pangandaran dengan membonceng temannya. Sepeda motor yang ditumpanginya tak sengaja menyerempet sedan saat hendak menyalip dan membuatnya terjatuh.

Kemudian dari arah berlawanan, sebuah kendaraan muncul dan kecelakaan yang lebih parah tidak bisa dihindarkan. Pengendara tersebut tewas. Nurul selamat namun harus mengalami patah tulang di lengan kanan. Tulang belakangnya juga remuk. Kedua kakinya tidak mampu lagi menopang tubuhnya.

Sejak saat itu hingga kini Nurul harus menjalankan kesehariannya dengan bantuan kursi roda. Beberapa kali operasi telah dilaluinya dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Ayahnya hanya seorang petani dan ibunya adalah buruh migran. Demi kesembuhan anaknya, kedua orang tua perempuan berusia 33 tahun ini harus berhutang.

Namun Tuhan selalu punya rencana indah. Di balik kisah sedihnya tersebut, Nurul ditawari pekerjaan oleh dr. Agus. Dokter ini merupakan direktur RSI Banjarnegara sekaligus dokter yang mengoperasinya. Tawaran tersebut tentu langsung diiyakan oleh Nurul dan kini Nurul telah menjadi salah satu karyawan di RSI Banjarnegara.

Untuk berangkat kerja, Nurul naik motor dari rumahnya yang berada di Desa Winong Rt 02 Rw 02, Kecamatan Bawang, Banjarnegara. Motor tersebut dibeli ayahnya dan telah dimodifikasi sehingga bisa digunakan oleh Nurul.

Nurul adalah satu dari sekian banyak orang dengan keterbatasan fisik namun memiliki semangat dan kemauan yang keras. Dia tidak menyerah apalagi merasa marah dengan takdir yang digariskan Allah untuk hidupnya. Bagaimanapun, Allah tidak akan menguji hamba-Nya melebihi kemampuan hamba tersebut.

 
Kebaikan untuk Nurul

Orang baik, Anda bisa membantu orang-orang yang lebih membutuhkan dan sosok inspiratif seperti Nurul. Dengan kebaikan yang Anda bagikan, harapan mereka akan terus ada dan semangat mereka akan terus berkobar.

Anda bisa memulainya dengan berbagi kebaikan untuk diri sendiri dan keluarga. Di-#AwaliDenganKebaikan kecil untuk diri sendiri, akan menularkan kebaikan yang lebih besar untuk orang sekitar. Salah satunya dengan memiliki Produk Asuransi Syariah dari Allianz.

Perusahaan Asuransi Syariah Indonesia dengan reputasi terbaik ini menawarkan produk asuransi dengan dua kebaikan sekaligus. Yang pertama, kebaikan untuk Anda dan keluarga dari risiko finansial yang mungkin dialami. Yang kedua adalah kebaikan yang akan disebar ke lebih banyak orang seperti Nurul Kamila melalui program sosial.

Sebagian dana yang Anda setorkan akan digunakan untuk program sosial tersebut. Anda pun bisa berkontribusi lebih banyak melalui fitur wakaf yang tersedia. Dengan kebaikan kecil, kita mampu memberi semangat dan harapan kepada orang lain sekaligus memunculkan kebaikan-kebaikan kecil lainnya.
 
 
 
 

Tidak ada komentar