Breaking News

Ini Langkah Pemerintah Denmark Pensiunkan Gajah dari Arena Sirkus


Gerakan perlindungan binatang langka kini makin banyak disuarakan berbagai pihak. Salah satu contoh, ini yang patut diapresiasi kepada pemerintah Denmark. Seperti dilansir cnnindonesia (2/9/19), sebagai langkah perlindungan hewan liar dari praktik sirkus, pemerintah Denmark akan membeli empat gajah sirkus di negaranya demi memensiunkan mereka, seperti yang dikatakan seorang menterinya pada Sabtu (31/8).

Dalam regulasi ketat yang masih terbilang kontroversial, kawanan gajah, singa laut dan zebra adalah satu-satunya hewan yang dapat digunakan dalam pertunjukan sirkus di Denmark.

Namun undang-undang anti-kekejaman hewan baru akan segera diperkenalkan ke parlemen untuk memberlakukan larangan menyeluruh bagi semua jenis hewan, kata Kementerian Pangan, Pertanian dan Perikanan dalam sebuah pernyataan tertulisnya.

Pemerintah Denmark akan membayar 11 juta krone (sekitar Rp22,7 juta) untuk membeli gajah bernama Ramboline, Lara, Djunga dan Jenny yang masih dimiliki oleh kelompok sirkus.

Hewan-hewan tersebut akan dikirim ke kebun binatang untuk menikmati masa tua mereka, meskipun belum diketahui lebih lanjut lokasi kebun binatang yang dimaksud.

"Gajah-gajah akan dikirim ke tempat penampungan yang dapat menawarkan mereka tingkat kesejahteraan tertinggi," tulis kementerian dalam keterangan resminya.

Lebih dari 40 negara di seluruh dunia, sekitar setengahnya di Eropa, telah membatasi atau melarang penggunaan hewan liar di kebun binatang.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Hewan dan Tumbuhan Terancam Punah (CITES) menyepakati larangan total pengiriman gajah liar Afrika untuk kebutuhan kebun binatang di sejumlah negara. Keputusan didapat dalam rapat pleno yang dilakukan di Jenewa, Swiss, Selasa (27/8).

Gajah di Afrika telah lama tercatat sebagai spesies hewan yang hampir punah dan harus dilindungi. Banyak pihak yang menangkap dan mengekspor sekumpulan gajah ini ke luar Afrika.

Zimbabwe, misalnya, yang telah menangkap dan mengekspor lebih dari 100 bayi gajah ke kebun binatang di China sejak 2012 lalu.





Tidak ada komentar