Breaking News

Makin Banyak Ditemukan Kasus Obesitas, Ini 5 Hal yang Bisa Bikin Gemuk Tubuh


Kini sering ditemukan kasus kegemukan (obesitas) di Indonesia. Bukan hanya pada orang dewasa, namun juga bisa pada anak-anak. Anehnya, kasus ini biasa ditemukan dalam kondisi yang sudah terlambat, artinya si penderita sudah tidak berdaya karena berat badannya baru ada penanganannya.
Apa saja penyebab kegemukan?  Kegemukan bisa disebabkan oleh beberapa alasan yang valid. Salah satunya perubahan gaya hidup. Seperti ditulis sindonews, dilansir Times of India, berikut 5 hal yang membuat berat badan bertambah:

1. Terlalu banyak konsumsi garam atau karbohidrat

Salah satu penyebab paling umum retensi air adalah konsumsi garam yang berlebihan. Sodium mengikat dengan air dan menahannya di dalam tubuh. Semakin tinggi asupan natrium, semakin besar risiko retensi cairan dalam tubuh. Demikian pula, jika Anda mengonsumsi banyak karbohidrat, maka itu dapat berdampak pada retensi cairan.

2. Haid

Sebagian besar wanita bertambah berat badan saat mereka sedang menstruasi. Ini terjadi karena hormon yang berfluktuasi. Payudara bisa menjadi lunak dan Anda mungkin merasa kembung saat haid. Tetapi, bagian terbaiknya adalah semua hal ini akan hilang begitu menstruasi selesai.

3. Pengendalian kelahiran hormonal

Pengendalian kelahiran hormon juga kadang-kadang dapat menyebabkan kenaikan berat badan air. Estrogen dan progestin dalam pil KB dapat menyebabkan fluktuasi skala.

4. Tingkat kortisol

Kortisol yang dikenal sebagai "hormon stres" kadang bisa menjadi alasan di balik kenaikan berat badan. Hormon ini bertanggung jawab untuk menjaga kadar gula darah stabil, menyeimbangkan metabolisme dan mengurangi peradangan. Peningkatan kadar kortisol dapat menyebabkan retensi air.

5. Obat-obatan


Obat tertentu yang di minum mungkin bisa memicu kenaikan berat badan. Obat untuk tekanan darah tinggi, seperti blocker saluran kalsium, kortikosteroid, dan obat antiinflamasi nonsteroid dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Jika menurut Anda obat-obatan bertanggung jawab atas fluktuasi skala, maka tanyakan kepada dokter Anda untuk obat-obatan alternatif.







Tidak ada komentar